-->

Rancang Kembang Koperasi SMAPA

Dalam rangka menggerakkan daya sekolah untuk mewujudkan karakter kewirausahaan siswa SMA Negeri 1 Pamotan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, diperlukan media yaitu Koperasi SMAPA. Sehubungan dengan telah adanya koperasi di SMA Negeri 1 Pamotan, maka hal yang perlu dilakukan adalah melakukan sentuhan sedemikian rupa sehingga keberadaan koperasi dapat mewujudkan karakter kewirausahaan para siswa. 

Terlebih dahulu, tulisan tentang merandang dan mengembangkan koperasi SMAPA mengulas tentang kerhubungan tren pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dan hubungannya dengan kewirausahaan. Melalui landasan semangat tersebut, tulisan ini mencoba menawarkan tentang bagaimana merancang dan mengembangkan koperasi yang mampu menggerakkan daya sekolah untuk mewujudkan karakter kewirausahaan siswa SMA Negeri 1 Pamotan. 

Berdasar studi yang dilakukan Priantini, Suarni, & Adnyana (2022) dalam kurikulum dan platform merdeka mengajar ditonjolkan sikap proaktif menghadapi perubahan secara progresif dan transformatif dalam wujud proses pembelajaran yang berorientasi pada proyek (Priantini, Suarni, & Adnyana; 2022) dan STEAM (Susilowati, Wahyuni, Mahmudah, Lulfasari, Adawiyah, Kristiana, Safrida; 2022). Jauh sebelum itu, studi tentang pembelajaran berbasis proyek, telah diteliti oleh Hasbi (2020:180) yang membuktikan proses pembelajaran dengan pendekatan pyojek telah mengantarkan para siswa dalam menghasilkan beberapa produk. Ragam produk dari hasil pembelajaran tampaknya semakin menguat ketika sekolah-sekolah mengimplementasikan kurikulum merdeka. Hal ini dapat dilihat (rujukan?) ketika dilakukan gelar karya P5, sekolah-sekolah mampu menghasilkan produk pembelajaran. Melihat tren tersebut, warga sekolah sudah saatnya merespon dengan cepat dalam menciptakan ekosistem pembelajaran proyek dalam mewujudkan agar karakter kewirausahaan siswa dan sekaligus dalam daya dukung produk unggulannya. 

SMA Negeri 1 Pamotan terhitung mulai tahun pelajaran 2022/2023 telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Pada saat akhir semester gasal ini, warga sekolah menyelenggarakan Gelar Karya P5.  Berdasarkan pengamatan tampak ragam produk berhasil dipamerkan mulai dari olahan makanan rempah hingga produk batik dan turunannya. Sehubungan dengan tindak lanjut dan keberlangsungan proses pembelajaran berbasis produk dan STEAM, serta batik dan turunannnya yang menjadi program unggulan sekolah yang bersangkutan, maka   

dalam Gelar Karya P5 Daya Koperasi SMAPA adalah warga sekolah yang terdiri dari Siswa, Guru, serta Staf Tata Usaha dan Kebersihan SMA Negeri 1 Pamotan. Daya Koperasi SMAPA berkolaborasi dalam rangka menggerakkan daya sekolah untuk mewujudkan karakter kewirausahaan siswa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.


Batas Ruang Koperasi SMAPA adalah ruangan bangunan yang ada di dalam SMA N 1 Pamotan yang telah ditandai menjadi ruang koperasi SMAPA. Ruang koperasi SMAPA merupakan ruangan yang didesain sedemikian rupa dengan memiliki tiga fungsi pancaran yaitu; meningkatkan semangat kewirausahaan, penataan produk, dan layanan jual beli produk. Ruang Koperasi SMAPA dapat dikembangkan kemudian menuju ruang kewirausahaan yang memiliki karakter ruang tanpa batas.
Produk Koperasi SMAPA adalah berbagai produk unggulan pembelajaran siswa dan masyarakat sekitar yang dapat diperjualbelikan kepada warga sekolah dan masyarakat luas. Produk unggulan pembelajaran SMAPA adalah batik dan turunannya, makanan dan minuman rempah dan turunannya yang bentuknya dalam bentuk barang dan jasa.

Gaya ruang Koperasi SMAPA adalah nyentrik, estetik, dengan mengedepankan produk unggulan pembelajaran yaitu batik dan olahan pangan rempah yang dijadikan ikon dan tema ruang. Suasana Koperasi SMAPA dibagi dalam tiga spot, yaitu; spot makanan dan minuman, spot ATK (Alat Tulis Kantor) dan fashion seragam, dan spot perabotan batik. Antara tiga spot tersebut, terdapat ruang lobby kewirausahaan.




Ruang isi Koperasi SMAPA terdiri dari makanan dan minuman, ATK - fashion seragam, dan perabotan batik baik dalam bentuk barang maupun jasa. Makanan dan Minuman adalah berbagai produk pembelajaran dan produk masyarakat sekitar yang bahan dasarnya bahan pangan dan rempah. ATK dan Fashion Seragam adalah sumber belajar dan alat pendukung pembelajaran serta busana identitas yang disepakati oleh warga SMA Negeri 1 Pamotan. Perabotan batik adalah bahan-bahan batik mulai dari kain, canting, lilin, pewarna, dan perkakas pembatikan lainnya dalam mendukung program unggulan batik SMAPA.

Manajemen Koperasi SMAPA menggunakan manajemen profesional, saintifik, dan berbasis digital yang memihak produk unggulan SMAPA yang berkelanjutan. manajemen profesional merupakan model pengelolaan koperasi yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen saintifik merupakan model pengelolaan koperasi dengan pendekatan ilmu kewirausahaan. Manajemen digital merupakan model pengelolaan koperasi dengan pendekatan teknologi, informasi dan komunikasi sesuai dengan perkembangan zaman. Segala manajemen yang diterapkan dalam pengelolaan Koperasi SMAPA selalu diutamakan dalam memajukan produk unggulan pembelajaran.

Rujukan Tulisan 

Hasbi, R. P. A. C., & Mahmudah, F. N. (2020). PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH BERBASIS KEWIRAUSAHAAN DI SMA NEGERI 1 TEMON. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 180-194.

Priantini, D. A. M. M. O., Suarni, N. K., & Adnyana, I. K. S. (2022). Analisis Kurikulum Merdeka Dan Platform Merdeka Belajar Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang Berkualitas. Jurnal Penjaminan Mutu, 8(02), 238-244.

Susilowati, A. A., Wahyuni, T., Mahmudah, N., Lulfasari, A., Adawiyah, R., Kristiana, A. I., & Safrida, L. N. (2022). Aktivitas Pembelajaran Berbasis Proyek Terintegrasi dengan Pendekatan STEAM: Pemanfaatan Wrapper dalam Mendesain Artificial Flower berdasarkan Konsep Simetri Lipat untuk Meningkatkan Metaliterasi Siswa. Ebook CGANT Universitas Jember.