-->

SMA Pamotan Meluncurkan Tema Batik Habis Gelap Terbitlah Terang Dalam Lomba Membatik Memperingati Hari Kartini


Lomba Membatik, Rabu (12/04) SMA Negeri 1 Pamotan mengikuti Lomba Membatik Memperingati Hari Kartini yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang. Dalam memeriahkan Hari Kartini, SMA Negeri 1 Pamotan mengirim Tim Lomba sebanyak enam orang yang didampingi langsung oleh Miftakhul Anwar, S.Pd selaku Guru Pembimbingnya. 

"Itukan temane pakai bunga matahari. lha itu tak kasih judul habis gelap terbitlah terang, dalam rangka memperingati Hari Kartini. Warna merah sebagai simbol keteguhan hati dalam pendidikan. Bunga matahari sebagai simbol kehidupan penerangan dari kegelapan," tegas Guru Pembimbing Lomba Batik SMA Negeri 1 Pamotan. 

Adalah Bunga Fatmawati, siswa kelas X 6, salah satu peserta lomba membatik SMA Negeri 1 Pamotan menceritakan kesan dan pesannya dalam mengikuti kegiatan tersebut. 

"Saya selama kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sangat mengasikkan. Karena bagi saya sendiri kegiatan membatik ini merupakan kegiatan membatik pertama saya. Yang awalnya saya sedikit pesimis karena tim kami menggunakan teknik membatik yang sedikit berbeda dari yang lain, tetapi masih menerapkan prinsip batik yaitu menolak zat warna dengan zat tertentu seperti malam. Dan selama kami membuat batik ternyata kami mendapat tanggapan dan reaksi positif dari pihak penyelenggara dan peserta yang lain. Dan itu terbukti ketika oleh Ibu H. Hasiroh Hafidz yang memberi kesan positif dan membanggakan.Selama kami disana kami sedikit banyaknya dapat menambah pengalaman kami terhadap batik. Saya harap kegiatan positif ini dapat diadakan setiap tahunnya dan semua orang atau siswa dapat berpartisipasi dengan baik. Saya harap kegiatan ini dapat berlangsung lebih awal sesuai jadwal, supaya kegiatan dapat berlangsung dengan hasil yang maksimal dan peserta pun merasa nyaman dan enjoy." tulis Bunga Fatmawati melalui WA yang dikirim malam ini kepada Humas SMAPA.

Hal senada juga dirasakan Dhia Athallah Risdiyanti. Selama menjadi peserta lomba membatik, ia merasakan keseruan yang mengasikkan. "Bagi saya sendiri kegiatan membatik ini sangat seru karena ini ke 2 kalinya saya membatik di kain langsung. Untuk lomba kemarin sebenarnya kami sedikit takut karena teknik pembuatan kami yang berbeda dari peserta yang lain. Kami menggunakan pasta bukan malam panas. Dari hal yang kami takutkan itu ternyata membuat para penganat budaya dan dewan juri tertarik. Saya harap kegiatan seperti ini sering sering di adakan tiap tahun nya karena dapat membuat kita(para siswa) lebih mencintai budaya kita sendiri," tulis Dhia Athallah Risdiyanti. 

Tampak Tim Lomba Batik SMA Negeri 1 Pamotan sedang pose foto bersama produk batik. Para siswa tampak senang dapat menyelesaikan lomba batik. 
Produk batik bertemakan Habis Gelap Terbitlah Terang sedang dibentangkan di atas taman rumput Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang. 
Kelompok lomba batik SMA Negeri 1 Pamotan sedang membatik dalam Lomba Membatik Memperingati Hari Kartini yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang.

Jurnalis: Humas SMA Negeri 1 Pamotan
Fotografer: Bayu Setyo Nugroho
Penyelaras: Mulyadi

Keterangan: Liputan kegiatan masih dalam proses